Kali ini saya akan membahas artikel kesehatan tentang "Obesitas". Obesitas merupakan kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Sudah banyak korban dari penyakit ini misal Artis dan Presenter yang baru baru ini meninggal karena stroke yang diakibatkan obesitas, dan masih banyak lagi orang yang meninggal karena obesitas misalnya Big Dicky. Nah, berikut adalah penjelasan terperinci tentang obesitas.
Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan atau kegemukan yang berlebihan (KBBI, 1996). Papalia dan Olds (1995) mengatakan bahwa obesitas atau kegemukan terjadi jika individu mengkonsumsi kalori yang berlebihan dari yang mereka butuhkan. Sarafino (1998) juga mengatakan bahwa obesitas adalah sebagai suatu simpanan yang berlebih dalam bentuk lemak yang berdampak buruk bagi kesehatan. Pengertian obesitas dalam psikologis menurut Wurtman & Wurtman (1996) adalah simpanan energi yang berlebihan dalam bentuk lemak, yang berdampak buruk bagi kesehatan dan perpanjang usia. Dari penjelasan-penjelasan dapat disimpulkan bahwa obesitas merupakan keadaan yang tidak dikehendaki, yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria[rujukan?]. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).
Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki risiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.
Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76. Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.
Penyebab Obesitas
1. Faktor genetik.
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas.
Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
2. Faktor lingkungan.
Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya).
Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
3. Faktor psikis.
Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya.
Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.
Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.
Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari).
Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa, dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yang dikonsumsi sangat banyak.
Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.
4. Faktor kesehatan.
Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:
- Hipotiroidisme
- Sindroma Cushing
- Sindroma Prader-Willi
- Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.
5. Obat-obatan
Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
6. Faktor perkembangan.
Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh.
Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampak 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.
Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.
7. Aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas.
Itulah berbagai macam penyebab yang mengakibatkan seseorang mengalami obesitas. Tanggulangi segera obesitas dari sekarang, karena dengan penanggulangan yang tepat maka akan menghasilkan tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.
Penanggulangan Obesitas
1. Penanganan secara Psikologis
Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah yang ditakuti remaja, khususnya remaja putri. Mereka merasa kehilangan kepercayaan diri ketika memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional seperti memiliki banyak lipatan pada perut, pinggang maupun lengan.
Jangan berkecil hati dan mengucilkan diri dari pergaulan itu kunci utamanya. Obesitas pada remaja adalah sebuah masalah yang harus ditangani bukan disembunyikan. Kamu harus memilki kepercayaan diri untuk mampu mengatasi masalah itu. Jangan sampai kamu frustasi dan akhirnya lebih meningkatkan lagi nafsu makan. Sebab obesiats yang berlanjut sampai usia dewasa dan tua akan menimbulakan berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus.
Prinsipnya adalah Reduce weight and increase physical activity. Jika kedua hal ini sudah kita pegang dan kita memilki motivasi dan konsistensi maka berat badan ideal bukan lagi sebuah mimpi.
Obesitas merupakan pembahasan yang sensitif bagi remaja yang mengalami kelebihan berat badan mungkin memperhatikan perubahan fisiknya tersebut. Disamping risiko kesehatan jangka panjang seperti peningkatan tekanan darah dan diabetes, masalah sosial dan emosional sebagai akibat kelebihan berat badan dapat menyebabkan remaja putus asa. Belum lagi jika usaha menurunkan berat badan tidak memberikan hasil terbaik.
Remaja perlu diingatkan bahwa tidak ada gambaran tubuh yang sempurna yang dapat dicapai. Berat yang sesuai untuk seseorang belum tentu tepat untuk orang lain. Remaja harus didorong untuk mencapai berat badan yang sehat.
Menurunkan berat badan dan tetap mempertahankannya merupakan komitmen jangka panjang. Diperlukan perubahan gaya hidup yang teratur dan konsisten agar upaya yang telah dilakukan tidak sia-sia. Diet yang berlebihan akan mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan remaja. Sementara pil penurun berat badan instan hanyalah solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar permasalahan.
2. Diet Makan
Pengaturan makan merupakan tiang utama penanganan obesitas, oleh sebab itu perlu ditekankan pada penderita bahwa kosistensi pengaturan makan jangka panjang sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Keberhasilan pengobatan dievaluasi minimal dalam jangka waktu 6 bulan.
Dua macam nutrisi medik yang efektif untuk menurunkan berat badan, yaitu Low Calorie balance Diets (LCD),Very Low Calorie Diets (VLCD), Low Calorie balance Diets (LCD).
Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi asupan lemak dan karbohidrat. Dapat diberikan 1200-1600 kkal/hari dengan protein 1 g/kg BB, lemak 20-25% dari kalori total dan sisa- nya karbohidrat.
Beberapa rekomendasi praktis dapat dilakukan untuk mencapai sasaran diet : makan setidaknya 5-7 porsi buah dan sayuran perhari. Makan 25-30 gram serat perhari (dari buah/sayur, roti gandum, sereal, pasta dan kacang-kacangan).
Untuk sumber karbohidrat hasil proses, pilihlah roti gandum. Minum sedikitnya 8 gelas sehari. Makan sedikitnya 2 porsi perhari hasil olahan susu rendah lemak. Pilih protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, kalkun dan produk kedelai. Sebaiknya makan daging lebih sedikit. Makan ikan setidaknya 2 kali seminggu. Asupan garam maksimum 2.400 mg perhari.
Pengurangan asupan kalori 500-1000 kkal/hari dapat menurunkan 0,5-1kg berat badan per minggu. Inti dari perubahan pola makan ini adalah mengurangi asupan kalori total. Caranya dengan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur, serta membatasi gula dan lemak. Bicarakan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan kalori anda.
Diet ekstrim tidak disarankan karena dapat mengurangi nutrisi yang seharusnya diperlukan dalam masa pertumbuhan remaja, misalnya dengan terjadinya defisiensi vitamin. Puasa terus-menerus juga bukanlah suatu jawaban karena penurunan berat badan kebanyakan berasal dari kehilangan air dari dalam tubuh, sehingga tubuh akan terasa lemas.
Jangan mengurangi porsi makan yang terlalu drastis karena remaja juga memilki aktiviats fisik yang memerlukan banyak energi seperti belajar salah satunya.
3. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik aktif berupa aktivitas yang rutin, merupakan bagian penting dari program penurunan berat badan. Olahraga juga dapat mengurangi rata-rata angka kesakitan dan kematian beberapa penyakit kronik. Dokter dapat menekan-kan urgensinya aktivitas fisik pada penderita, dan menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik paling sedikit 150 menit perminggu. Latihan fisik saja sudah dapat menurunkan berat badan rata-rata 2-3 kg.
Tujuan aktivitas fisik dalam penurunan berat badan adalah membakar lebih banyak kalori. Banyaknya kalori yang dibakar tergantung dari frekuensi, durasi, dan intensitas latihan yang dilakukan. Salah satu cara untuk menghilangkan lemak tubuh adalah dengan aerobik atau berjalan kaki selama 30 menit setiap harinya. Dapat pula dilakukan modifikasi yang dapat meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. Misalnya dengan lebih memilih menggunakan tangga untuk naik atau turun beberapa lantai dibanding menggunakan elevator.
4. Farmakoterapi.
Tiga mekanisme dapat digunakan untuk mengklasifikasi obat-obatan untuk terapi obesitas adalah terapi yang mengurangi asupan makanan, yang mengganggu metabolisme dengan cara mempengaruhi proses pra atau pascaabsorbsi. Terapi yang meningkatkan pengeluaran energi atau termogenesis.
Efedrin dan kafein dapat meningkatkan pengeluaran energi, akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10% selama beberapa jam. Pada uji klinis efedrin dan kafein menghasilkan penurunan berat badan lebih besar dibanding kelompok plasebo. Diperkirakan 25-40% penurunan berat badan oleh karena termogenesis dan 60-75% karena pengurangan asupan makanan. Efek samping utama adalah peningkatan nadi dan perasaan berdebar-debar yang terjadi pada sejumlah penderita.
Dokter dapat mempertimbangkan memberikan obat antiobesitas jika:
o Metode penurunan berat badan lainnya tidak berhasil.
o Nilai BMI lebih dari 27 dan ada komplikasi medis dari obesitas, seperti diabetes, peningkatan tekanan darah, dan sleep apnea.
o Nilai BMI lebih dari 30.
Ada dua jenis obat yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk penurunan berat badan, yakni:
Sibutramin
Sibutramin bekerja untuk menekan nafsu makan dengan cara menghambat ambilan ulang neurotransmiter norepinefrin dan serotonin. Sibutramine mengubah kimiawi otak sehingga anda akan merasa lebih cepat kenyang.
Sibutramin, menurunkan energy intake dan mempertahankan penurunan pengeluaran energi setelah penurunan berat badan. Pada penelitian ternyata terbukti sibutramin menurunkan asupan makanan dengan cara mempercepat timbulnya rasa kenyang dan mempertahankan penurunan pengeluaran energi setelah penurunan berat badan.
Walaupun secara umum sibutramin dapat lebih menurunkan berat badan dibanding diet dan olahraga, namun itu bukanlah segalanya. Penelitian menunjukkan bahwa setelah satu tahun, pengguna sibutramin mengalami penurunan berat badan hanya sekitar 5 kg dibanding mereka yang menjalani diet rendah kalori dan menggunakan plasebo.
Efek samping penggunaan sibutramin yakni peningkatan tekanan darah, sakit kepala, mulut kering, konstipasi, dan insomnia.
Orlistat
Orlistat merupakan suatu penghambat lipase, bekerja dengan membatasi absorpsi lemak diet dari dalam tubuh. Orlistat mencegah penyerapan atau absorpsi lemak di usus. Lemak yang tidak diserap akan keluar bersama kotoran.
Orlistat dapat menghambat lipase pankreas (enzim yang dihasilkan kelenjar ludah perut) dan akan menyebabkan penurunan penyerapan lemak sampai 30%.
Rata-rata penurunan berat dengan menggunakan orlistat adalah sekitar 3 kg setelah satu tahun. Penggunaan orlistat harus disertai dengan diet untuk memperoleh hasil terbaik.
Efek samping orlistat diantaranya kotoran yang berminyak dan pergerakan usus yang lebih sering. Karena orlistat menghalangi penyerapan beberapa nutrien, dokter juga akan menyarankan penggunaan multivitamin.
5. Intervensi Bedah.
Jika semua tindakan di atas tidak mampu menurunkan berat badan, maka pembedahan dapat menjadi pilihan. Operasi gastric bypass dapat dilakukan dengan cara merubah anatomi sistem pencernaan untuk membatasi jumlah makanan yang dimakan dan dicerna.
Intervensi bedah untuk mengatasi masalah obesitas sebenarnya telah diterapkan sejak tahun 1960 dengan bedah pintas lambung. Hanya karena teknologi bedah saat itu masih terbatas, membuat operasi ini hampir selalu berujung pada kematian pasien. Ada beberapa pilihan pembedahan seperti :
Ø Laparoscopic Adjustable Gastric Binding
Ø Vertical Banded Gastroplast
Ø Roux-en-Y gastric bypass.
Laparoscopic Adjustable Gastric Binding, merupakan tindakan bedah generasi mutakhir untuk menangani penderita dengan obesitas yang berat, dimana hanya dengan membuat lubang/irisan kecil diperut (diameter 0,5-1,0 cm).
Dengan pita/plaster silikon yang dilekatkan seputar lambung bagian atas, sehingga terbentuk satu kantong kecil. Apabila penderita makan, kantong kecil tadi akan cepat penuh dan ini akan memberikan sensasi kenyang. Pengosongan makanan dari kantong kecil tersebut akan secara pelan-pelan melalui ikatan yang dibuat dan penderita tidak akan merasa lapar sampai beberapa jam.
Dengan intervensi bedah ini, diharapkan dapat menurunkan berat badan dari 20 kg sampai lebih dari 100kg.
Pembedahan untuk menurunkan berat badan dapat dipertimbangkan jika nilai BMI 40 atau lebih. Nilai BMI antara 35-39,9 dan terdapat risiko kesehatan serius terkait obesitas, seperti diabetes atau peningkatan tekanan darah.
6. Modifikasi Perilaku
Modifikasi perilaku digunakan untuk mangatur/memodifikasi pola makan dan aktivitas fisik pada mereka yang menjalani terapi obesitas. Melalui modifikasi perilaku ini dapat diketahui faktor atau situasi apa yang dapat membuat berat badan menjadi berlebih sehingga diharapkan dapat membantu mengatasi ketidakpatuhan dalam terapi obesitas.
Sekian Pengertian dan Penanggulangan Obesitas semoga bermanfaat dan bisa terhindar dari Obesitas.
Search in Google ?
Categories
- Berita (2)
- INDONESIA (1)
- Kesehatan (4)
- Sejarah Dunia (1)
- Tutorial Blog (5)
Total Pageview
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Followers
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Februari 2012
Sabtu, 15 Oktober 2011
Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Published :
22.05
Author :
.--Aditya Riyanto--.
A. Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia
Beberapa penyakit dapat menyerap pada sistem reproduksi manusia. Oleh karena itu untuk menghindari penyakit pada sistem reproduksi kita harus mencegahnya dengan menjaga kebersiahan.
B. Macam Macam Penyakit Pada Sistem Reprouksi Manusia
Ada banyak penyakit yang menyerang organ reproduksi, diantaranya adalah sebagai berikut
1. AIDS
AIDS adalah kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sel darah putih, dimana sel darah putih berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh, sehingga penderita AIDS menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Penyakit Flu bisa membuat penderita AIDS meninggal.
a. Penularan AIDS
Virus HIV dapat menular ke seseorang. Penuilaran AIDS tidak menyebar melalui udara, berjabat tangan dan melalui peralatan makan penderita AIDS. Tapi virus HIV dapat menular melalui transfusi darah ( donor darah seseorang yang terinfeksi HIV ) atau melalui alat – alat yang menyebabkan luka seperti jarum suntik, jarum infus dan dapat juga melalui kontak seksual.
b. Pencegahannya
Sampai saaat ini belum ditemukan cara penyembuhan penyakit ini. Oleh karena itu lebih baik kita menghindari penyakit ini dengan cara mencegah penularan HIV, diantaranya :
1. Menggunakan jarum suntik yang seteril dan sekali pakai
2. Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga dapat dipastikan aman dari virus HIV.
3. Hanya melakuakn kontak seksual dengan pasangan yang sah
4. Menghindari hubungan seks bebas dengan penderita virus HIV
5. Menghindarai hubungan seks dengan pecandu narkoba
2. Gonorea
Pebyakit gonorea disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae. Pada umumnya penularannya melalui hubungan kelamin yaitu secara genito-genital, oro-genital, dan ano-genital. Selain itu juga dapat terjadi secara manual melalui alat-alat, pakaian, handuk, termometer, dan sebagainya. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat urinasi dan kadang kadang urine menegluarkan nanah.
3. Sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus). Bila tidak terawat, sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistemsaraf, jantung, atau otak.
a. Gejala
1. Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi.
2. merasa tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia.
3. Sedangkan pada fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali.
b. Cara perawatan :
1. Sifilis dapat dirawat dengan penisilin atau antibiotik lain.
2. Dengan penyuntikan procaine penisilin disetiuap pantat (procaine diikutkan untuk mengurangi rasa sakitdosis harus diberikan setengah di setiap pantat karena bila dijadikan satu dosis akan menyebabkan rasa sakit)
3. Memberikan kapsul azithromycin lewat mulut (memiliki durasi yang lama) dan harus diamati. Cara ini mungkin gagal karena ada beberapa jenis sifilis kebal terhadap azithromycin.
c. Pencegahan :
1. Pencegahan aktivitas seksual dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular dan dengan orang berstatus penyakit negatif.
2. Setia pada pasangan, dan melakukan kontak seksual dengan pasangan yang sah.
4. Klamidia / Chlamydia
Penyakit Klamidia tergolong dalam infeksi menular seksual (IMS) pada manusia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Istilah infeksi Klamidia dapat juga merujuk kepada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri dari keluarga Chlamydiaceae. C. trachomatis hanya ditemukan pada manusia. dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata. Penyakit ini adalah merupakan salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia – yang diperkirakan sekitar 2,3 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi Klamidia.
Klamidia dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral, dan dan dapat mengakibatkan bayi tertular dari ibunya selama masa persalinan. Antara setengah dan tiga perempat dari semua wanita yang mengidap Klamidia pada leher rahim (cervicitis) tidak memiliki gejala dan tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Pada pria, infeksi terjadi pada saluran kencing (urethritis). Jika Tanpa perawatan, Klamidia dapat menyebabkan infeksi serius reproduksi dan masalah-masalah kesehatan lainnya. Klamidia mudah diobati dengan antibiotik. Pada wanita, klamidia dapat menyebabkan Penyakit Radang Panggul (PRP) yang berakibat wanita tersebut menjadi mandul (tidak dapat mempunyai anak).
a. Gejala
1. Pada pria keluarnya putih dari penis dengan atau tanpa rasa sakit pada kencing dan menyebabkan peradangan pada daerah penyimpanan dan kantung sperma (epididymitis).
2. Pada wanita rasa panas terbakar pada pinggul
3. Nyeri atau rasa panas ketika buang air kecil, kotoran yang tidak biasa dari penis, testikel bengkak atau lembut, dan demam.
b. Pengobatan
1. Dapat disembuhkan menggunakan antibioyik secara efektif setelah tereteksi
2. Centers for Disease Control (CDC – US) menyediakan pedoman untuk perawatan berikut:
-> Azitromisin 1 gram oral sebagai dosis tunggal, atau-> Doxycycline 100 mg dua kali ssehari selama tujuh hingga empat belas empat belas hari.-> Tetrasiklin-> Eritromisin
5. Herpes Genetalis
Herpes Genitalis adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan.
Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua herpes ini berasal dari virus yang berbeda. Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster. Zoster tumbuh dalam bentuk ruam memanjang pada bagian tubuh kanan atau kiri saja. Jenis yang kedua adalah herpes simpleks, yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). HSV sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu HSV-1 yang umumnya menyerang bagian badan dari pinggang ke atas sampai di sekitar mulut (herpes simpleks labialis), dan HSV-2 yang menyerang bagian pinggang ke bawah. Sebagian besar herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2, walaupun ada juga yang disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi akibat adanya hubungan kelamin secara orogenital, atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut dengan oral seks, serta penularan melalui tangan.
a. Gejala
Herpes genitalis primer memiliki masa inkubasi antara 3 - 7 hari. Gejala yang timbul dapat bersifat berat tetapi bisa juga tidak tampak, terutama apabila lukanya berada di daerah mulut rahim pada perempuan. Pada awalnya, gejala ini didahului oleh rasa terbakar beberapa jam sebelumnya pada daerah dimana akan terjadi luka. Setelah luka timbul, penderita akan merasakan tidak enak badan, demam, dll. Luka yang terjadi berbentuk vesikel atau gelembung-gelembung. Kemudian kulit tampak kemerahan dan muncullah vesikel yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel yang berisi cairan ini mudah pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.
Pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar kelenjar penis, batang penis, buah zakar, atau daerah anus. Sebaliknya, pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran kencing.
b. Penularan dan Pencegahannya
Baik HSV-1 maupun HSV-2 menular melalui kontak kulit, ciuman, hubungan seks dan oral seks. Herpes paling mudah ditularkan pada masa terjadinya luka aktif. Akan tetapi virus juga dapat menyebar selama tidak ada gejala yang tampak, dan ditularkan dari daerah yang kelihatannya tidak aktif. Sebagian besar penularan herpes genitalis ini terjadi melalui kontak seksual. Sulitnya, kadang-kadang penderita tidak sadar bahwa ia sedang kambuh, sehingga dengan melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi, ia menularkan virus ini ke pasangannya.
Memang akibat infeksi HSV-2 jarang sampai menimbulkan kematian pada orang dewasa. Namun herpes genitalis perlu penanganan serius, karena selain belum ada obat atau vaksin yang efektif, perkembangan akibatnya pun sulit diramalkan. Infeksi primer dini yang segera diobati besar kemungkinan akan dapat mencegah penyakit ini kambuh, sedangkan infeksi rekuren (ulangan) hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya.
Suami atau istri dengan pasangan yang pernah terinfeksi herpes genitalis perlu melakukan proteksi individual dengan cara menggunakan dua macam alat perintang, yaitu spermicidal foam (busa pembasmi sperma) dan kondom. Spermicidal foam mampu mematikan virus, sedangkan kondom berfungsi untuk menghambat atau mengurangi masuknya virus. Sementara itu si pengidap harus berusaha menyingkirkan faktor-faktor pencetus seperti yang sudah diungkapkan di atas.
Yang juga dikhawatirkan adalah penularan ibu yang mengidap HSV kepada bayi yang dikandung/dilahirkannya. Bila penularan (transmisi) terjadi pada trimester I kehamilan, hal itu cenderung mengakibatkan abortus. Sedangkan pada trimester II bisa terjadi kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita herpes genitalis dapat menderita kelainan yang sangat beragam, mulai dari hepatitis, ensefalitis bahkan bisa lahir dalam keadaan mati.
Selain pencegahan terhadap penularan serta menghindari faktor pencetus bagi penderita, yang perlu juga diperhatikan adalah kondisi kejiwaan bagi penderita herpes genitalis ini. Anggapan bahwa herpes adalah penyakit kotor, tidak dapat disembuhkan, menular dengan mudah, dll, membuat orang yang terkena herpes akan malu dan takut melakukan pemeriksaan dan berobat. Padahal apabila pengobatan dilakukan sedini mungkin, maka penyakit ini lebih bisa dikendalikan.
6. Infeksi Jamur
1. Disebabkan oleh jamur
2. Menyebabkan Kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak di sunat
3. Pada wanita akan keluar cairan kental berwarna putih yang akan membuat gatal gatal.
7. Vaginistis
1. Infeksi pada wanita yang biasa menyebabkan keluarnya cairan putih dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan.
2. Disebabkan oleh berbagai jenis baketeri ( gonorrhea, chlamydia ) dan jamur.
3. Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.
8. Bisul pada Alat Kelamin
1. Disebabkan oleh virus ( Virus Human Papilloma atau HPV )
2. Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker serfiks
3. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena berada di dalam vagina dan terlalu kecil pada pria.
Beberapa penyakit dapat menyerap pada sistem reproduksi manusia. Oleh karena itu untuk menghindari penyakit pada sistem reproduksi kita harus mencegahnya dengan menjaga kebersiahan.
B. Macam Macam Penyakit Pada Sistem Reprouksi Manusia
Ada banyak penyakit yang menyerang organ reproduksi, diantaranya adalah sebagai berikut
1. AIDS
AIDS adalah kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sel darah putih, dimana sel darah putih berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh, sehingga penderita AIDS menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Penyakit Flu bisa membuat penderita AIDS meninggal.
a. Penularan AIDS
Virus HIV dapat menular ke seseorang. Penuilaran AIDS tidak menyebar melalui udara, berjabat tangan dan melalui peralatan makan penderita AIDS. Tapi virus HIV dapat menular melalui transfusi darah ( donor darah seseorang yang terinfeksi HIV ) atau melalui alat – alat yang menyebabkan luka seperti jarum suntik, jarum infus dan dapat juga melalui kontak seksual.
b. Pencegahannya
Sampai saaat ini belum ditemukan cara penyembuhan penyakit ini. Oleh karena itu lebih baik kita menghindari penyakit ini dengan cara mencegah penularan HIV, diantaranya :
1. Menggunakan jarum suntik yang seteril dan sekali pakai
2. Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga dapat dipastikan aman dari virus HIV.
3. Hanya melakuakn kontak seksual dengan pasangan yang sah
4. Menghindari hubungan seks bebas dengan penderita virus HIV
5. Menghindarai hubungan seks dengan pecandu narkoba
2. Gonorea
Pebyakit gonorea disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae. Pada umumnya penularannya melalui hubungan kelamin yaitu secara genito-genital, oro-genital, dan ano-genital. Selain itu juga dapat terjadi secara manual melalui alat-alat, pakaian, handuk, termometer, dan sebagainya. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat urinasi dan kadang kadang urine menegluarkan nanah.
3. Sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus). Bila tidak terawat, sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistemsaraf, jantung, atau otak.
a. Gejala
1. Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi.
2. merasa tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia.
3. Sedangkan pada fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali.
b. Cara perawatan :
1. Sifilis dapat dirawat dengan penisilin atau antibiotik lain.
2. Dengan penyuntikan procaine penisilin disetiuap pantat (procaine diikutkan untuk mengurangi rasa sakitdosis harus diberikan setengah di setiap pantat karena bila dijadikan satu dosis akan menyebabkan rasa sakit)
3. Memberikan kapsul azithromycin lewat mulut (memiliki durasi yang lama) dan harus diamati. Cara ini mungkin gagal karena ada beberapa jenis sifilis kebal terhadap azithromycin.
c. Pencegahan :
1. Pencegahan aktivitas seksual dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular dan dengan orang berstatus penyakit negatif.
2. Setia pada pasangan, dan melakukan kontak seksual dengan pasangan yang sah.
4. Klamidia / Chlamydia
Penyakit Klamidia tergolong dalam infeksi menular seksual (IMS) pada manusia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Istilah infeksi Klamidia dapat juga merujuk kepada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri dari keluarga Chlamydiaceae. C. trachomatis hanya ditemukan pada manusia. dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata. Penyakit ini adalah merupakan salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia – yang diperkirakan sekitar 2,3 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi Klamidia.
Klamidia dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral, dan dan dapat mengakibatkan bayi tertular dari ibunya selama masa persalinan. Antara setengah dan tiga perempat dari semua wanita yang mengidap Klamidia pada leher rahim (cervicitis) tidak memiliki gejala dan tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Pada pria, infeksi terjadi pada saluran kencing (urethritis). Jika Tanpa perawatan, Klamidia dapat menyebabkan infeksi serius reproduksi dan masalah-masalah kesehatan lainnya. Klamidia mudah diobati dengan antibiotik. Pada wanita, klamidia dapat menyebabkan Penyakit Radang Panggul (PRP) yang berakibat wanita tersebut menjadi mandul (tidak dapat mempunyai anak).
a. Gejala
1. Pada pria keluarnya putih dari penis dengan atau tanpa rasa sakit pada kencing dan menyebabkan peradangan pada daerah penyimpanan dan kantung sperma (epididymitis).
2. Pada wanita rasa panas terbakar pada pinggul
3. Nyeri atau rasa panas ketika buang air kecil, kotoran yang tidak biasa dari penis, testikel bengkak atau lembut, dan demam.
b. Pengobatan
1. Dapat disembuhkan menggunakan antibioyik secara efektif setelah tereteksi
2. Centers for Disease Control (CDC – US) menyediakan pedoman untuk perawatan berikut:
-> Azitromisin 1 gram oral sebagai dosis tunggal, atau-> Doxycycline 100 mg dua kali ssehari selama tujuh hingga empat belas empat belas hari.-> Tetrasiklin-> Eritromisin
5. Herpes Genetalis
Herpes Genitalis adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan.
Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua herpes ini berasal dari virus yang berbeda. Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster. Zoster tumbuh dalam bentuk ruam memanjang pada bagian tubuh kanan atau kiri saja. Jenis yang kedua adalah herpes simpleks, yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). HSV sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu HSV-1 yang umumnya menyerang bagian badan dari pinggang ke atas sampai di sekitar mulut (herpes simpleks labialis), dan HSV-2 yang menyerang bagian pinggang ke bawah. Sebagian besar herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2, walaupun ada juga yang disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi akibat adanya hubungan kelamin secara orogenital, atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut dengan oral seks, serta penularan melalui tangan.
a. Gejala
Herpes genitalis primer memiliki masa inkubasi antara 3 - 7 hari. Gejala yang timbul dapat bersifat berat tetapi bisa juga tidak tampak, terutama apabila lukanya berada di daerah mulut rahim pada perempuan. Pada awalnya, gejala ini didahului oleh rasa terbakar beberapa jam sebelumnya pada daerah dimana akan terjadi luka. Setelah luka timbul, penderita akan merasakan tidak enak badan, demam, dll. Luka yang terjadi berbentuk vesikel atau gelembung-gelembung. Kemudian kulit tampak kemerahan dan muncullah vesikel yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel yang berisi cairan ini mudah pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.
Pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar kelenjar penis, batang penis, buah zakar, atau daerah anus. Sebaliknya, pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran kencing.
b. Penularan dan Pencegahannya
Baik HSV-1 maupun HSV-2 menular melalui kontak kulit, ciuman, hubungan seks dan oral seks. Herpes paling mudah ditularkan pada masa terjadinya luka aktif. Akan tetapi virus juga dapat menyebar selama tidak ada gejala yang tampak, dan ditularkan dari daerah yang kelihatannya tidak aktif. Sebagian besar penularan herpes genitalis ini terjadi melalui kontak seksual. Sulitnya, kadang-kadang penderita tidak sadar bahwa ia sedang kambuh, sehingga dengan melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi, ia menularkan virus ini ke pasangannya.
Memang akibat infeksi HSV-2 jarang sampai menimbulkan kematian pada orang dewasa. Namun herpes genitalis perlu penanganan serius, karena selain belum ada obat atau vaksin yang efektif, perkembangan akibatnya pun sulit diramalkan. Infeksi primer dini yang segera diobati besar kemungkinan akan dapat mencegah penyakit ini kambuh, sedangkan infeksi rekuren (ulangan) hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya.
Suami atau istri dengan pasangan yang pernah terinfeksi herpes genitalis perlu melakukan proteksi individual dengan cara menggunakan dua macam alat perintang, yaitu spermicidal foam (busa pembasmi sperma) dan kondom. Spermicidal foam mampu mematikan virus, sedangkan kondom berfungsi untuk menghambat atau mengurangi masuknya virus. Sementara itu si pengidap harus berusaha menyingkirkan faktor-faktor pencetus seperti yang sudah diungkapkan di atas.
Yang juga dikhawatirkan adalah penularan ibu yang mengidap HSV kepada bayi yang dikandung/dilahirkannya. Bila penularan (transmisi) terjadi pada trimester I kehamilan, hal itu cenderung mengakibatkan abortus. Sedangkan pada trimester II bisa terjadi kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita herpes genitalis dapat menderita kelainan yang sangat beragam, mulai dari hepatitis, ensefalitis bahkan bisa lahir dalam keadaan mati.
Selain pencegahan terhadap penularan serta menghindari faktor pencetus bagi penderita, yang perlu juga diperhatikan adalah kondisi kejiwaan bagi penderita herpes genitalis ini. Anggapan bahwa herpes adalah penyakit kotor, tidak dapat disembuhkan, menular dengan mudah, dll, membuat orang yang terkena herpes akan malu dan takut melakukan pemeriksaan dan berobat. Padahal apabila pengobatan dilakukan sedini mungkin, maka penyakit ini lebih bisa dikendalikan.
6. Infeksi Jamur
1. Disebabkan oleh jamur
2. Menyebabkan Kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak di sunat
3. Pada wanita akan keluar cairan kental berwarna putih yang akan membuat gatal gatal.
7. Vaginistis
1. Infeksi pada wanita yang biasa menyebabkan keluarnya cairan putih dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan.
2. Disebabkan oleh berbagai jenis baketeri ( gonorrhea, chlamydia ) dan jamur.
3. Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.
8. Bisul pada Alat Kelamin
1. Disebabkan oleh virus ( Virus Human Papilloma atau HPV )
2. Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker serfiks
3. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena berada di dalam vagina dan terlalu kecil pada pria.
Asma dan Penyakit Jantung
Published :
21.58
Author :
.--Aditya Riyanto--.
Penyakit asma yang tidak biasanya cenderung berkembang menjadi penyakit jantung, kata temuan sebuah penelitian yang memberikan petunjuk baru tentang bahaya baru radang bagian dalam.
Riset yang lain menemukan hubungan antara asma dengan masalah jantung, tapi studi ini belum jelas hubungannya dengan akibat rokok, yang selama ini diketahui memberikan kontribusi pada penyakit asma dan penyakit kardiovaskuler.
Dalam studi baru itu, para dokter dari pusat kesehatan Kaiser Permanente merencanakan untuk menemukan bahwa orang yang tidak merokok pun menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung. Data tentang itu menunjukkan sekurang-kurangnya sepertiga lebih tinggi dripada risiko pada orang bukan penderita asma.
Penyebab kemungkinan ini belum jelas. Para peneliti berspekulasi radang paru asmatik kronik kemungkinan menghadapi kerusakan arteri lebih besar. Bagaimanapun, mereka mengatakan ini juga bisa terjadi karena obat-obatan yang digunakan untuk penyembuhan asma disertai efek pada jantung.
"Ini baru awal penelitian," kata Dr Carlos Iribarren, pimpinan penelitian ini. "Penemuan ini membangkitkan keinginan kami untuk mengetahuinya," tambahnya.
Iribarren menyajikan temuan mereka Jumat lalu dalam sebuah pertemuan Perkumpulan Jantung Amerika di San Antonio.
Penelitian ini diperoleh setelah menyebarkan kuestioner pada 22.036 orang pasien Kaiser bukan perokok antara tahun 1979 dan 1985 yang ditindaklanjuti pemeriksaan kesehatan mereka sampai 1998. Di antara mereka 1.062 laki-laki dan wanita yang mengatakan mereka beberapa kali didiagnosis menderita asma dalam hidup mereka.
Mereka yang menderita asma sebanyak 32% lebih dibandingkan mereka yang tanpa menjalani perawatan akibat penyakit jantung atau meninggal akibat penyakit itu pada masa menjalani perawatan.
Orang yang menjalani perawatan asma pada awal penelitian memiliki risiko lebih tinggi. Duabelas persen dari mereka berkembang menjadi penyakit jantung pada akhir penelitian, dibanding 7% pada mereka yang tidak menderita asma --peningkatan risiko ini lebih dari 70%.
Sekitar 6% warga Amerika diperkirakan menderita asma. Angka penderita di negara berkembang seperti Indonesia diperkirakan lebih tinggi lagi akibat berbagai penyebab.
Iribarren mengatakan, para penderita itu semestinya memperhatikan secara khusus makanan untuk kesehatan, menjaga berat badan agar tidak berlebihan dan memperhatikan tekanan darah dan tingkat kolesterol.
"Rekomendasi secara universal untuk mencegah penyakit jantung diterapkan kepada mereka, karena mereka menghadapi kemungkinan peningkatan risiko," ujarnya.
Beberapa pakar yakin radang kronis bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebagian besar perhatian pada penelitian ini dipusatkan pada bakteri penyebab penyakit itu, seperti penyakit gusi bagian dalam atau infeksi sinus.
Jurnal Circulation yang terbit pada awal minggu ini menulis, para dokter di Eropa melaporkan bahwa penderita suatu macam infeksi bakterial kronis menghadapi risiko tiga kali kerusakan pembuluh darah arteri.
Radang pada asma juga terjadi akibat reaksi alergi. Iribarren dalam penelitiannya juga menampilkan kemungkinan itu yang juga bisa berkibat buruk pada jantung, yang dimungkinan oleh radang arteri akibat bahan kimia dan sel putih yang bersirkulasi di dalam tubuh.
"Studi terakhir ini menjadi salah satu dari teka-teki tentang bagaimana radang influenza bisa berkembang menjadi penyakit jantung," kata Dr. Sidney C. Smith Jr., direktur penelitian pada asosiasi jantung. "Tampaknya ia memainkan peranan penting di sini."
Penelitian lain yang dilaporkan dalam pertemuan itu di antaranya dari Pusat Kesehatan Beth Israel Deaconess di Boston yang menemukan merokok kemungkinan memicu serangan jantung akibat penggumpalan darah. Serangan jantung terjadi ketika darah menuju ke jantung mengalami penggumpalan.
Para peneliti menemukan bahwa korban yang baru saja merokok mengalami penggumpalan darah lebih besar dibandingkan perokok yang tidak merokok selama enam jam.
Riset yang lain menemukan hubungan antara asma dengan masalah jantung, tapi studi ini belum jelas hubungannya dengan akibat rokok, yang selama ini diketahui memberikan kontribusi pada penyakit asma dan penyakit kardiovaskuler.
Dalam studi baru itu, para dokter dari pusat kesehatan Kaiser Permanente merencanakan untuk menemukan bahwa orang yang tidak merokok pun menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung. Data tentang itu menunjukkan sekurang-kurangnya sepertiga lebih tinggi dripada risiko pada orang bukan penderita asma.
Penyebab kemungkinan ini belum jelas. Para peneliti berspekulasi radang paru asmatik kronik kemungkinan menghadapi kerusakan arteri lebih besar. Bagaimanapun, mereka mengatakan ini juga bisa terjadi karena obat-obatan yang digunakan untuk penyembuhan asma disertai efek pada jantung.
"Ini baru awal penelitian," kata Dr Carlos Iribarren, pimpinan penelitian ini. "Penemuan ini membangkitkan keinginan kami untuk mengetahuinya," tambahnya.
Iribarren menyajikan temuan mereka Jumat lalu dalam sebuah pertemuan Perkumpulan Jantung Amerika di San Antonio.
Penelitian ini diperoleh setelah menyebarkan kuestioner pada 22.036 orang pasien Kaiser bukan perokok antara tahun 1979 dan 1985 yang ditindaklanjuti pemeriksaan kesehatan mereka sampai 1998. Di antara mereka 1.062 laki-laki dan wanita yang mengatakan mereka beberapa kali didiagnosis menderita asma dalam hidup mereka.
Mereka yang menderita asma sebanyak 32% lebih dibandingkan mereka yang tanpa menjalani perawatan akibat penyakit jantung atau meninggal akibat penyakit itu pada masa menjalani perawatan.
Orang yang menjalani perawatan asma pada awal penelitian memiliki risiko lebih tinggi. Duabelas persen dari mereka berkembang menjadi penyakit jantung pada akhir penelitian, dibanding 7% pada mereka yang tidak menderita asma --peningkatan risiko ini lebih dari 70%.
Sekitar 6% warga Amerika diperkirakan menderita asma. Angka penderita di negara berkembang seperti Indonesia diperkirakan lebih tinggi lagi akibat berbagai penyebab.
Iribarren mengatakan, para penderita itu semestinya memperhatikan secara khusus makanan untuk kesehatan, menjaga berat badan agar tidak berlebihan dan memperhatikan tekanan darah dan tingkat kolesterol.
"Rekomendasi secara universal untuk mencegah penyakit jantung diterapkan kepada mereka, karena mereka menghadapi kemungkinan peningkatan risiko," ujarnya.
Beberapa pakar yakin radang kronis bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebagian besar perhatian pada penelitian ini dipusatkan pada bakteri penyebab penyakit itu, seperti penyakit gusi bagian dalam atau infeksi sinus.
Jurnal Circulation yang terbit pada awal minggu ini menulis, para dokter di Eropa melaporkan bahwa penderita suatu macam infeksi bakterial kronis menghadapi risiko tiga kali kerusakan pembuluh darah arteri.
Radang pada asma juga terjadi akibat reaksi alergi. Iribarren dalam penelitiannya juga menampilkan kemungkinan itu yang juga bisa berkibat buruk pada jantung, yang dimungkinan oleh radang arteri akibat bahan kimia dan sel putih yang bersirkulasi di dalam tubuh.
"Studi terakhir ini menjadi salah satu dari teka-teki tentang bagaimana radang influenza bisa berkembang menjadi penyakit jantung," kata Dr. Sidney C. Smith Jr., direktur penelitian pada asosiasi jantung. "Tampaknya ia memainkan peranan penting di sini."
Penelitian lain yang dilaporkan dalam pertemuan itu di antaranya dari Pusat Kesehatan Beth Israel Deaconess di Boston yang menemukan merokok kemungkinan memicu serangan jantung akibat penggumpalan darah. Serangan jantung terjadi ketika darah menuju ke jantung mengalami penggumpalan.
Para peneliti menemukan bahwa korban yang baru saja merokok mengalami penggumpalan darah lebih besar dibandingkan perokok yang tidak merokok selama enam jam.
Penyakit Hepatitis dan Cara Mencegahnya
Published :
21.55
Author :
.--Aditya Riyanto--.
Penyakit hepatitis adalah jenis penyakit yang mengganggu kesehatan hati. Bila organ hati tidak bekerja dengan baik, tubuh kita pun akan rusak perlahan. Untuk itulah pencegahan penyakit hepatitis harus segera dilakukan.
Penyebab penyakit hepatitis yang paling utama adalah keberadaan virus hepatitis di dalam tubuh yang kemudian menyerang dan merusak kinerja sel hati. Virus hepatitis pun ada beberapa macam, ada hepatitis A, B, C, D, maupun virus hepatitis E.
Penyebab hepatitis yang lain adalah karena pengaruh obat-obatan atau zat kimian berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya arsen, karbon tetraklorida, maupun zat-zat kimia lain yang biasanya digunakan untuk pembuatan obat.
Cara Pencegahan Penyakit Hepatitis
Penyakit hepatitis memang salah satu penyakit berbahaya, bahkan bisa mematikan. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mencegah dan menghindari penyakit hati ini. Berikut adalah beberapa cara mencegah penyakit hepatitis agar tidak menyerang tubuh kita.
* Salah satu penularan hepatitis, khusunya hepatitis A, adalah melalui feses atau kotoran manusia yang mencemari makanan dan minuman. Pastikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita adalah makanan yang bersih, dan pastikan pula minuman yang kita minum berasal dari air bersih yang sudah direbus hingga mendidih.
* Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu cara pencegahan penyakit hepatitis. Hepatitis akan sangat mudah menyebar di tempat-tempat yang memiliki tingkat kebersihan sangat rendah maupun sanitasi yang sangat buruk.
* Ketika akan melakukan transfusi darah, pastikan darah tersebut telah melalui tes atau screening penyakit berbahaya, termasuk penyakit hepatitis. Salah satu cara penularan hepatitis adalah melalui transfusi darah.
* Hindari penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang sangat lama. Hal ini bisa menyebabkan organ hati mengalami kerusakan dan mudah terkena penyakit hepatitis. Obat-obatan yang terdiri dari senyawa kimia itu pastinya akan menumpuk dalam hati dan mengganggu kinerja organ ekskresi tersebut.
* Pencegahan penyakit hepatitis juga bisa dilakukan dengan cara tidak menggunakan barang apapun secara bersama-sama, misalnya jarum suntik, pisau cukur, maupun sikat gigi. Bila menggunakan barang bersama-sama dan salah satu orang ternyata menderita hepatitis, orang yang lain pasti juga akan tertular dengan mudahnya.
* Bagi pasangan yang hendak melakukan pernikahan, sebaiknya melalui tes kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pasangannya terkena hepatitis atau tidak. Salah satu cara penularan hepatitis bisa lewat hubungan intim atau seksual.
* Selalu rawat dan jagalah kekebalan tubuh Anda dengan asupan gizi yang cukup, sehingga tubuh Anda tetap kuat dan tidak mudah sakit.
Penyebab penyakit hepatitis yang paling utama adalah keberadaan virus hepatitis di dalam tubuh yang kemudian menyerang dan merusak kinerja sel hati. Virus hepatitis pun ada beberapa macam, ada hepatitis A, B, C, D, maupun virus hepatitis E.
Penyebab hepatitis yang lain adalah karena pengaruh obat-obatan atau zat kimian berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya arsen, karbon tetraklorida, maupun zat-zat kimia lain yang biasanya digunakan untuk pembuatan obat.
Cara Pencegahan Penyakit Hepatitis
Penyakit hepatitis memang salah satu penyakit berbahaya, bahkan bisa mematikan. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mencegah dan menghindari penyakit hati ini. Berikut adalah beberapa cara mencegah penyakit hepatitis agar tidak menyerang tubuh kita.
* Salah satu penularan hepatitis, khusunya hepatitis A, adalah melalui feses atau kotoran manusia yang mencemari makanan dan minuman. Pastikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita adalah makanan yang bersih, dan pastikan pula minuman yang kita minum berasal dari air bersih yang sudah direbus hingga mendidih.
* Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu cara pencegahan penyakit hepatitis. Hepatitis akan sangat mudah menyebar di tempat-tempat yang memiliki tingkat kebersihan sangat rendah maupun sanitasi yang sangat buruk.
* Ketika akan melakukan transfusi darah, pastikan darah tersebut telah melalui tes atau screening penyakit berbahaya, termasuk penyakit hepatitis. Salah satu cara penularan hepatitis adalah melalui transfusi darah.
* Hindari penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang sangat lama. Hal ini bisa menyebabkan organ hati mengalami kerusakan dan mudah terkena penyakit hepatitis. Obat-obatan yang terdiri dari senyawa kimia itu pastinya akan menumpuk dalam hati dan mengganggu kinerja organ ekskresi tersebut.
* Pencegahan penyakit hepatitis juga bisa dilakukan dengan cara tidak menggunakan barang apapun secara bersama-sama, misalnya jarum suntik, pisau cukur, maupun sikat gigi. Bila menggunakan barang bersama-sama dan salah satu orang ternyata menderita hepatitis, orang yang lain pasti juga akan tertular dengan mudahnya.
* Bagi pasangan yang hendak melakukan pernikahan, sebaiknya melalui tes kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pasangannya terkena hepatitis atau tidak. Salah satu cara penularan hepatitis bisa lewat hubungan intim atau seksual.
* Selalu rawat dan jagalah kekebalan tubuh Anda dengan asupan gizi yang cukup, sehingga tubuh Anda tetap kuat dan tidak mudah sakit.
Langganan:
Postingan (Atom)